Wednesday, March 21, 2018

Kenapa sih Lu Vegan? Biar Kurus?





Saya mulai tidak memakan daging sejak Agustus awal 2017.

Sejujurnya, saya benci mengakui bahwa saya VEGAN, karena saya merupakan makhluk penyembah stereotip sosial, sehingga kata "vegan" atau "vegetarian" adalah layaknya kumpulan makhluk-makhluk hasil dari pencucian otak, mungkin hampir sama dengan kaum flat earth atau kaum yang percaya bahwa like dan Comen angka "1" di sebuah gambar dapat menyurutkan air di sungai yang mengandung mbak-mbak lagi mandi.  Seriously, saya malah cenderung tidak suka sok-sok SJW(Social Justice Warrior), saya lebih nyaman dikatain sebagai "alergi daging" lebih enak didenger.


sebelum saya ngomong panjang kali lebar, saya kasih borderline dulu, supaya ini tulisan  bacod an tidak tercecer kemana-mana,
1. Saya memutuskan tidak makan daging bukan karena ingin kurus.
banyak sebenernya dari penjelasan science pertanyaan ini, tapi daripada panjang lebar kalau ada temen yang nyeletuk "Lu vegan, tp kok tetep gendut"  saya simply jawab "ya sapi makan rumput seumur hidup juga gemuk sejahtera" jadi sebelum komen mending mikir-mikir dulu, biar kamu tidak terlihat "cetek" secara pola pikir.  Ini berlaku pada apapun, mikir first, kalo buntu, googling, kalo buntu baru tanya. ok?

karena so far pertanyaan tercerdas itu diraih oleh "Din, lu bunuh kecoak ga?"
sempet mikir sebentar jawabannya, jawabannya iya kalo dia ngencingin saya, kalo ndak ya biasa saja, say hi, mandi bareng kecoak sering.  toh bermanfaat buat siklus nitrogen poopnya

2.  Saya vegan bukan karena saya ingin sehat dan umur panjang.
gimana umur panjang wong saya malah ingin daftar jadi panitia percepatan hari kiamat hehehe...  makanan saya tetap gorengan kok guys, ga langsung yang ekstrem, goreng tahu pake minyak zaytun, coconut oil, trus minumnya coldpress juice, big nope.  saya suka hal-hal toxic kaya mba kata britney spears "your toxic i'm slipping under".  Saya masih suka makan maicih dan boncabe.  Indomie goreng juga, pake nasi lagi.
Jadi jangan ceramahi saya perkara calcium/protein deficiency, cuz i truly don't care
3. Saya vegan bukan ingin dinikahi lelaki budiman pecinta hewan dan lingkungan seperti mas nikolas saputra




Saya bukan tipe orang yang tidak siap menghadapi kiamat hanya karena belum kawin.  Tapi kalo jodoh saya mas nikolas, oke saya resign dari panitia percepatan hari kiyamad


4. Ini bukan pendapat keagamaan.
Tolong jangan campur adukkan tulisan ini dengan kepercayaan agama tentang keharusan makan daging, karena sungguh saya tidak peduli hehehe, maaf sulit penjelasannya :(  Kalo mau tahu sudut pandang agama silakan lihat di kitab suci masing-masing, "karena kamu suchi aku penuh doshah"-Awkarin 2017

ada link penjelasan yang mengandung agama sih nih my-religion-allows-eating-meat

paham dari sini kan?

THE MAIN REASON

Alasan utama hanya sekadar saya terlalu kekeuh untuk memasukan segala jenis hewan dalam satu kotak.  Dan cenderung menganggap saya juga hewan.  iya saya memang se-weird itu.
Jadi, menurut saya kucing sama babi sama-sama gaenak dimakan.  Mungkin ada komentar "LAH LU TO*LoL si, kan kucing hewan peliharaan, babi hewan ternak"  Nope.  Saya tetap tidak bisa memasukkan logika itu.  Saya tidak bisa mengklasifikasikan mana hewan yang pantas untuk tinggal dirumah (diperlakukan seperti big bos, inces) dan mana hewan yang cocok untuk digoreng lalu dicocol dengan sambel,saus,pasta,maupun diguyur coklat.

Sesimple itu, saya ga tega lihat kucing disembelih, dan seluruh hewan lainnya.  Saya ingin pelihara babi dirumah, saya rasa babi itu makhluk lucu dan berwibawa, coba lihat di buku Animal Farm dari Pak George Orwell.  Babi juga hewan murah senyum.



oke balik lagi,
jadi sesimple itu.  Jangan kalian semua muluk-muluk kasian sama saya karena protein dan kalsium saaya kurang, silakan coba googling, singkatnya protein terbesar malah terkandung dalam protein nabati
vegans-cannot-get-enough-protein

AWAL MULA MAKAN RERUMPUTAN

awal mulanya sih, 2011, saya jadi panitia pembagian daging Idul Adha pas SMP, di situ lihat sapi disembelih, dan mereka nangis.




 Sejak itu saya tidak terlalu suka memakan daging sapi, seperti steak dll.  Dan selama saya hidup, setiap makan unggas saya memang selalu gatal-gatal, bruntusan, sampai keluar air.  Memang genetic dari ayah saya, beliau sepanjang hidup mayoritas makan tahu doang.  ya alergi tersebut nampak menjijikkan,  tapi ya gimana, siapa yang gasuka ayam?????????????

Lalu 2016 Saya nonton konser Morrissey, di penutup konsernya dia nayangin video documentary earthlings, sambil dia nyanyi lagu Meat Is Murder.  Saya nangis waktu itu, ntah sedang sentimental, apa memang hati saya mengandung HelloKity walau muka saya preman pasar.  pernah salah satu temen saya tayangin eartlings malah mouth watery dia-______-

Dari situ, saya sudah tidak makan daging sapi dalam bentuk apapun, walau sepatu saya kulit, lagi-lagi saya miskin, saya blm punya duid buat ganti sepatu sesuai selera dan kebutuhan saya.  Tapi saat itu masih makan ayam.

suatu malam, saya nonton video earthling lagi, besoknya saya niat menjadi vegan yey
tapi di hari pertama saya nangis pas lewat tempat nasi bebek favorit saya, dan merasa pedih lihat lukisan pecel lele dengan kearifan lokallnya


WOOOOOW SAYAA TIDAK MAKAN ITU LAGI

Ya begitulah
sampai sekarang saya tetap merindukan opor, rendang, rica-rica , tapi syukurlah sekarang banyak restoran vegan yang menyediakan makanan-makanan dengan daging palsu(jamur,tofu.tempe).
bukan dagingnya yang bikin sulit,tapi lebih ke bumbu-bumbunya yang bikin kangen woy:((
saya yakin kalo saya hidup di luar negeri akan memudahkan ini semua, saya basically tidak suka makanan2 western-western seperti hotdog, pork, burgers.  Tapi kalo Soto dan Sate ayam????????hmmmmmmmmmmm too sweet too forget

Pernah suatu ketika saking kangennya saya beli soto tanpa ayam(kuah+nasi), usai makan, sang pedagang mencelupkan ayam mati, berwarna putih ke kuali,  pulang-pulang saya mual-muntah :((

EFEK SOSYIAL
saya jadi sering bertengkar dengan kekasih hati~ hehe, karena ya begitu, berdebat mau makan di mana.  Sungguh, pacaran beda makanan lebih sulit daripada beda agama.  Beda agama sulitnya pas mau nikah aja, beda makanan? Setiap hari woy :(

karena food is happines, bayangin saya jadi mengurangi puluhan agenda makan ke tempat-tempat seperdagingan dengan teman-teman saya :(
harus tahan melihat kekecewaan teman-teman pas bilang "oiya gabisa makan di sini ya, Dinda gabisa makan"
cukup berat itu chuy melihat paras-paras itu :")

Seringkali melihat muka-muka ibu-ibu warteg, mungkin ditambah paras saya dekil,mereka mengira saya di ambang batas kemiskinan.  seringkali boleh ngutang kalo bawa duit gede :(

tapi lagi-lagi itu pilihan, saya menulis bacod an ini bukan berarti merasa diri saya lebih baik, ngga sama sekali dari sisi apapun. tapi lagi-lagi life is a choice.
daripada memperdebatkan kenapa saya tidak mau makan daging, dan mencoba meyakinkan saya bahwa daging itu enak.. ((iya aku sudah tau itu enak )) mending nonton video peluncuran flying car-ElonMusk sambil meratapi masa-masa hidup yang telah klen lewati :") atau lagu Demi Masa by Raihan kesukaanku, untuk berkontemplasi dan menerapkan stoicism biar seperti para filsuf.  Atau bayangin gimana rasanya punya ibu seorang astronot



bikos apapun itu, cuma makanan.  Tolong hargai ke alergian saya ini.  Peace love and gaul, apapun makannanya yang penting follow Hotman Paris sugar daddy my luv.



Sekian, samlekum.

Bonus jokes2 vegan













Sunday, March 11, 2018

Pendapat Singkat Tentang Sekala Niskala

I will recommend this movie to everyone,
But.. This movie isn't for everyone..
You choose..


5 jam yang lalu saya mulai menonton film ini, tepatnya pukul 13:55 di CGV Depok.  Sudah tertebak, kursi yang terisi sekadar kurang lebih 20 orang, beberapa mungkin berasal dari Bali, karena saat beberapa lagu dinyanyikan, segelintir orang ikut bersenandung pelan.

Saya kira dari 20 orang tersebut terdapapat setidaknya sepasang muda-mudi yang ingin mesum karena nampak sangat melompong penonton yang hadir,  dugaan saya salah.
Toh, kalau memang ada yang berniat seperti itu, mereka merupakan muda-mudi sial hari ini, karena film ini sangat sunyi, bahkan suara menelan ludah saja terdengar.

Sebelumya, background saya adalah  orang yang jarang ke bioskop karena bukan marvell mania. Suka nonton karena iseng saja, seperti kemarin nonton Dilan, biar bisa memahami meme yang beredar..  bukan karena pengen banget.
Sekali nonton marvell selalu ketiduran, kecuali Black Phanter, bcs Michael B. Jordan is too hot to ignore.   Anehnya, film sesunyi SekalaNiskala ini tidak membuat saya mengantuk, bahkan menguap satu kali pun tidak.

Mbak Kamila Andini sangat berhasil menyeret saya keluar bioskop, lalu secara mistis meletakkan saya ke Bali.  Latar tempat, suasana, aktor, sangat berpadu dengan indah.   Film ini menceritakan sepasang saudara kembar bernama Tantri-Tantra yang memiliki ikatan emosional yang kuat.  Terdapat adegan sang perawat (Happy Salma) menjelaskan bahwa Kembar Buncing (Lelaki-perempuan) memiliki arti keseimbangan, bahwa Tantri dan Tantra saling menyeimbangkan.  Namun, berdasarkan mitos dari beberapa sumber, apabila kembar lelaki-perempuan memiliki nilai mistis tersendiri, jika tidak dilaksanakan sebuah upacara(Sekala), maka salah satu dari mereka akan kalah (meninggal).  Film ini tentang penggambaran atas respon terhadap kematian Tantra, yang mengakibatkan ketidakseimbangan dalam diri Tantri.  Sangat sulit menuangkan perasaan terpukau yang saya rasakan dalam kata-kata.

Beberapa scene sangat melekat di benak saya, film ini mengajak kita berfikir, bukan tipikal film yang disajikan dalam bentuk sudah dikunyah, lalu kita langsung dapat menelan intisarinya.  Kita benar-benar harus menyuap film ini perlahan, mengunyah, merasakan setiap manis, pedas, pahit, menelan lalu mencerna.  Sehingga setiap orang memiliki efek yang berbeda dalam merasakan film ini.

Sepanjang film, terhitung saya menangis 4 kali.  seluruh adegan memiliki arti, setiap nyanyian merasuk, merobek jiwa perlahan-lahan, menyayat dengan indah.  Kadang kita lupa bahwa ini merupakan sekadar film, karena nampak teramat nyata.  Kekuatan magis Bali sangat indah, kita akan sulit menemukan film-film yang berasal dari non-Asia memiliki efek semagis ini.

Diujung film, tidak ada orang yang beranjak, semua orang tertegun, ada penonton kira-kira anak berumur 7 tahun berkomentar, "Hah? begini saja film nya?",  mungkin Ia merasa kurang, merasa ingin lebih, karena kita telah melekat dengan kedalaman jiwa Tantri, dan tak ingin lepas.  Namun, dengan Rp50.000 yang saya keluarkan, Mbak Kamila Andini telah berhasil melobangi hati saya, hingga detik ini.


Saya lampirkan link review yang lebih berkompeten perihal Niskala Sekala

Review yang mengandung Spoiler

review dalam bentuk video

review yang menyatakan nilai "9/10"






"Your intellect may be confused, but your emotions will never lie to you."-RogerEbert

Tuesday, January 30, 2018

Birokrasi oh Birokrasi ....

Tulisan ini saya dedikasikan untuk pelipur keresahan saya sendiri oleh pengalaman permintaan untuk perizinan surat survey perihal tugas akhir.
Ada 2 check point yang harus saya tempuh
1. Kantor Kesbangpol Tangsel (untuk mendapatkan surat izin pengambilan data ke DPPKAD)
2. Kantor DPPKAD Tangesel
Niat saya sudah bulat hari ini, tepatnya pukul 9 pagi untuk berangkat ke Kantor Kesbangpol.  Gmaps menginformasikan perjalanan ditempuh dalam jarak 15,3km dengan estimasi waktu 47 menit. Ah gampang sih ini menurut saya.


Headset, Playlist, dan Gmaps saya sudah siap untuk mendampingi perjalanan 46 menit. Setelah menempuh jalan berliku dan gang-gang kecil karena rute yang saya pilih tercepat  (Avoid Highway and Toll),  akhirnya saya menemui gerbang perumahan mewah De'Latinos. Pada saat itu Gmaps  mengisyaratkan untuk belok ke kiri ketika saya berada di Jalan Raya Rawa Buntu.  Awalnya saya ragu untuk memasuki perumahann tersebut, tapi yasudahlah coba dulu, karena sejauh ini rute masih benar.  Setelah saya masuk, keliling-keliling perumahan sekitar 20 menit, saya lelah dan bertanya ke salah satu satpam
D: "Permisi Bapak, kalau mau ke kantor Kesbangpol benar lewat sini yah, Pak?"
B: "Oh bukan Neng, ini jalannya buntu (one way)  kantor itu emang ada di belakang proyek perumahan ini, jadi Neng harus keluar D'Latinos, puter balik ke arah serpong, ke kanan, ke arah tekno, pertigaan ke kanan lagi..
D: .... *sembari puyeng kepala saya*  oh jadi harus keluar perumahan ini lagi ya, Pak..
B: Iya Betul..

Kepala sudah mulai pening dengan kontribusi terik mentari dan debu-debu truck, target saya hanya 1 "mencapai kantor tersebut sebelum istirahat makan siang"
Oke dengan Bismillah saya tarik gas, sambil mengingat-ingat ucapan bapak dan juga menghirup udara sekaligus polusinya dengan saksama, supaya tetap tenang dan bersahaja.

Ambil gambar random, kenapa adanya yang mendung yak.....


Rute yang saya tempuh menjadi:

warna merah adalah rute baru dari Bapak Satpam :)
Akhirnya saya menyimpulkan

TIPS RUTE MENCAPAI KANTOR KESBANGPOL TANGSEL
Keyword:
1. "Jalan Tekno Widya", dari situ tinggal ke kanan 200-300m, di kanan jalan ada bangunan "Dinas Pekerjaan Umum Tangerang Selatan" Nah kesbangpol terletak di paling ujung belakang komplek perkantoran tersebut
2. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel
3. Perumahan Batan Indah

Sesampainya disana Pukul 10:20 (80 menit) prediksi Gmaps 46 Menit :)
Pegawai menyambut dengan baik.  Menanyakan tujuan saya dan data-data saya.
1. Fotocopy data diri (KTM/SIM/KTP)
2. Proposal Tugas Akhir
3. Surat izin dari Kampus untuk permintaan tugas akhir

setelah menyerahkan persyaratan, saya mengisi form dari pegawai, yang berisi data diri, tujuan meminta data, dan lokasi permintaan data (DPPKAD).  Selesai!
saya mendapatkan surat kecil untuk saya sendiri bukan untuk Tuhan seperti ini:


"Silakan kesini lagi, bawa tanda terima, untuk ambil suratnya, kira-kira hari Jumat(2 hari lagi) ya" kata pegawai.
saya tertegun.. baik kalau begitu..
tiba-tiba terdengar lagu Sheilla On7-Berhenti Berharap "Aaakuuu Puuulaaaaang, Tanpa Dendaaaam, Ku terimaaaa, Kekalaaahanku uwoUwo" untungnya hari ini tidak hujan.

Proses tersebut terjadi kira-kira 5 menit, namun dibutuhkan perjalanan selama 2jam lebih 20 menit untuk pulang-pergi nya :)

Inilah yang membuat saya resah...
sebagai calon pegawai negeri (Allahuma aminn)  ya ini PR terberat saya.
1. Pemangkasan birokrasi.

Sangat disayangkan, di kota semaju ini masih terdapat birokrasi yang harusnya sudah dapat ditiadakan/dipangkas.  Kemungkin  kantor tersebut sedang banyak agenda.  Namun, di tahun 2018 ini, dalam kota yang tergolong maju, sudah seharusnya tersedia portal online.  Pengisian form dan pengiriman data dapat dilakukan via e-mail, scan dan lain-lain.  Mungkin terdapat puluhan bahkan ratusan masyarakat yang bernasib seperti saya (mungkin jauh lebih buruk).  Sungguh bahagianya apabila sudah terdapat sistem informasi yang memangkas birokrasi, sehingga energi dan waktu dapat dialokasikan ke hal lainnya.


2. Pentingnya Updating Lokasi Kantor
Jika yang berkepentingan memiliki akses transportasi seperti saya (motor) yang mobilitasnya sangat mudah, tidak akan menjadi beban.  Namun, apabila yang berkepentigan menggunakan transportasi umum/online, biaya yang dikeluarkan kemungkinan besar melebihi apa yang saya alami.  

Hal-hal kecil tersebut kadang diabaikan.  Inilah PR besar buat kami.  Sudah bukan waktunya untuk tergopoh-gopoh membawa berkas, lalu kembali ke kantor tersebut dalam beberapa hari kedepan, untuk menunggu birokrasi selanjutnya.

Siapapun yang membaca ini, semoga kita sama-sama saling menyadarkan pentingnya sistem informasi.  Sudah sepantasnya kita menikmati keunggulan zaman, bukannya mundur kebelakang untuk menikmati pahitnya birokrasi.  Inipun juga merupakan kritik untuk saya sendiri sebagai mahasiswa, yang tidak mendalami sepenuhnya apabila terdapat mata kuliah tentang Sistem Informasi.  Maunya belajar hanya menggunakan "Shortcut-sistemkebutsemalam" sehingga ilmu yang terserap tidak sepenuhnya.  Padahal masyarakat mendambakan andil kita, sebagai pelajar untuk memperbaiki nasib bangsa.

Sekian, 
curahan kekecewaan ini saya tutup dengan kutipan kalimat terakhir di nisan Pramoedya Ananta Toer

"Pemuda Harus Melahirkan Pemimpin"-PAT
  

Saturday, January 27, 2018

Dilan 1990

Saya menulis review ini 2 jam setelah saya menonton film tersebut, sebelum lupa.. ya mari di tulis

walaupun sepanjang film diputar seringkali terlontar kalimat anzaayyy, najizzz, duh pen muntah,  karena full of cringe, yha lagi-lagi perbedaan generasi.  Zaman saya pas SMA model pacarannya udah efektif dan efisyien (ga pake surat, telpon koin) pake sms, watsaap, facetime, line, facebook, yahoomassanger dan masih banyak lagi.
saya juga bukan tipikal pecinta film bernuansa : Badboi sang perayu maut kelas kakap jatuh cinta dengan wanita-wanita kalem cantik pindahan pula darikota metropolitan. Namun, saya akan mencoba professional di sini.  saya akan menuliskan mulai dari point-point buruk berlanjut ke baik seruntut mungkin,.

Overall bolehlah film ini dibuat selingan diantara nonton film-film berat heu, but don't expect the value added from this, because nothing :) except "flashback" masa SMA atau malah sedih "kok SMA ku dulu ga gitu yak"

hal yang cukup annoying menurut saya:
1. Dandanan
oke cukup saya hargai semua setting latar agar nampak seperti 1990, kendaraan, rumah, sepinya jalan, perabotan dan outfit.  Namun, ya masa cewek pada tahun gitu mukanya pada bening semua apa jangan-jangan pada tahun 1990 udah pada make SKII atau perawatan ERHA atau begemana saya tidak paham.  Rambutnya pada badai, mukanya flawless, dan yak.  Saya sering bertanya-tanya dan itu cukup mengganggu.  Karena saya pernah menonton film GIE, walaupun terdapat perbedaan  tiga dekade, tetapi GIE sangat berhasil membawa suasana ya memang 1960. begitu.


Namun, saya tetap mencoba berpositif thinking, ya mungkin benar di tahun 1990 semua rambut wanita khususnya di Bandung emang badai, semacem barusan di catok+blow.  Ya saya memang kurang mengerti fashion 1990, tetapi sulit merasakan suasana 1990 saat memperhatikan aktornya.  karena tiada beda dengan sekarang 2018.  Padahal Ibu kantin, suasana kelas dan sekolah cukup mendukung, dihancurkan begitu saja oleh mbak-mbak yang langsung memunculkan pertanyaan? nah ini sekarang tahun berapa sebenernya.

Lucunya di adegan ulangtahun, dimana bener-bener mirip seperti 2016,2017,2018, bawa kue, kejutan, boneka gede, bawa bunga, bedanya gaada orang-orang yang bawa hape sama bilang "EEEH BELUM DI STORY IN, ULANG-ULANG!!" i'm like, "yah gada IG yak 1990"

2. Bucin (Budaq Cinta)
Ayah saya memang punya diari dan gambar setiap mantannya di dalam diary nya.  Ayah-Ibu pun masih menyimpan surat cinta mereka hingga menikah dengan rapih.  Memang rada geli bacanya, tapi indah.  Namun, kadar bucin film Dilan memang benar-benar extreme.  Seperti ini:

a. Ketika Milea kepergok makan batagor sama Nandan oleh Benny (pacarnya yang di Jakarta), sontak Benny ngatain sampe teriak-teriak "Pelacur, cewek murahan" lah ni orang ngapa yak, padahal lagi makan batagor bedua, kecuali lagi ngapain gitu, ahelah... dasar bocah SMA di tahun 1990.

b. Pas upacara tepatnya pengucapan ntah janji siswa atau sumpah pemuda, Dilan pindah barisan samping Milea, kan bikin barisan ga rapi tuh, nah dia ditegur sama gurunya, ee dia emosi sambil teriak "MEMANGNYA ADA APA PAK??" kenceng banget ganggu prosesi upacara, nah si guru emosi "KAMU SALAH MALAH MELAWAN" *PLAAK* si guru pun menampar, Dilan pun membalas sampe ribut, seluruh sekolah ngerti dan di bawa ke BP.

Di ruang BP sama Milea, nah si KepSek bilang "Yang tidak berkepentingan silakan keluar" Dilan menjawab "Kalo Milea keluar, saya juga keluar Pak" itu sumpah,, orang dia yang bikin onar, orang lain suruh ikutan-_-
dan anehnya Milea malah menunjukkan ekspresi seneng...............

c. Dilan yang berani bakar sekolahnya kalo kepala sekolahnya nampar Milea :( like "i have no comment for dis"

3. BANYA BASA-BASI 
Ya mungkin emang hidup penuh dengan kebasa-basi an tapi aduh parah sih ahaha
di adegan Bunda Dilan ke rumah Milea lalu bertemu HappySalma (Ibu Milea)
Ibu Dilan: Astaga anda cantik sekali, wah-wah gak heran Milea bisa secantik ini..
HappySalma: Ah, bisa saja.. anda juga cantik
*PERSIS SAMA PERCAKAPAN DI = KOMEN INSTAGREM 2017 2018 bukan?*
lalu adek Milea datang... *salim ke Bunda Dilan*
Ibu Dilan: aaahh ini siapa lagii, ini rumah kok dihuni sama 3 orang cantik-cantik semua yaaaahh...
adik Milea: *Nyengir*
Ibu Milea : eh bilang makasih..
Adik Milea : Makasih...

******END*****

maksud saya apakah tidak ada percakapan lain begitu?  misal : "Punya IG ngga bukk? ID nya apa? oiya nanti followback ya mau ngetag di story"  oiya 1990 gada IG ding. hmm ya apa gitu kek kelas berapa atau begemana... hmm




.............udah itu aja masih yang keinget....................

Part bagusnya...
1. Hal-hal yang mendukung rasa 1990 ada
-Beberapa perabotan, walaupun ngga seluruhnya,
-Kendaraan.   gada satupun gojek yang lewat!! vewry gud
-Buku yang dibaca Milea "Olga" oleh Hilman Hariwijaya
-outfit HappySalma
-kaos MIlea " Jim Morrison" sama kaos  Bunda Dilan = RollingStone, ciye bocah naintis abis
-Telpon Umum Dilan
2. Pas sesi tawuran
Ga fail-fail banget si.
3. Tengil nya si Iqbal
cukup lah untuk bikin para remaja histeris

Ya sepertinya sampai sini dulu.  Saya senang rasa penasaran saya terbayar.  Akhirnya saya memahami jokes-jokes twitter dan meme perkara Dilan.  Sehingga saya bisa menjalanii hidup saya sebagai mana mestinya.
udah begitu saja ya, saya mengantuk.

Sekian.

bonus meme meme
twittter












Monday, January 15, 2018

Wahai Teman Kos Ku

Saat  ini aku sedang duduk di meja ruang tengah kosan kita, iya kosan yang tidak memasang tulisan "Terima Kos Putri" malahan "Sedia Nasi Uduk Betawi".  Aku menulis ini karena, Ninit, salah satu dari kita, mengirimkan aku Susu Sapi yang berlambang Beruang ditengah derasnya hujan, dengan senyumnya itu, sejenak melupakan ku atas penat beban UAS hari pertama ini. Dengan berkata "Mba Dinda, I Have Something for you" kata-kata itu tidak asing sebenarnya, tetapi sudah lama tidak ku dengar, sejak enam bulan lalu, tepatnya saat kalian berdua meninggalkan ku.  Tidak sejahat itu faktanya, namun di hari itu saya merasa, ya, ditinggalkan.

Ratusan mungkin, atau malah tepatnya ribuan memori berjejal menyusupi ingatanku,
Disaat pertama kita bertemu, betapa bencinya kalian berdua terhadapku.  Karena aku datang tidak memiliki atribut lengkap, bahkan karet rambut pun aku tak punya.  Dengan memasang tampang tidak ikhlas, salah satu dari kalian meminjamkanku karet, entah itu Ninit atau Riri, seingatku Riri.

Setiap aku pulang malam, aku mendengar betapa kalian bergosip tentangku, tetapi hal itu sama sekali tidak berdampak di kehidupanku, aku juga heran atas kemampuan "ketidakpedulianku" atau malah terlalu percaya diri.  Namun, kepahitan itu tidak berlangsung lama, saat itu aku ingat kita memesan nasi goreng bersama, lalu ada anak beaCukai dengan penuh percaya diri aku bertanya "Eh Dek, masih Dinamika ya" Dia menjawab "Iya kak" Dia pikir kita senior.  Sejak saat itu, kita mulai menjalin hubungan sedekat nadi. Iya, sedekat nadi.

Ratusan cerita dan gosip kita bagi, tentang teman-teman mu, teman-teman organdamu, tetapi karena kalian orang baik, maka teman kalian pun sebagian besar menjadi temanku.  Aneh sebenarnya, tapi aku yakin itu karena karena kalian orang baik sehingga kalian jarang sekali menceritakan sisi buruk seseorang, sehingga tidak ada alasan untukku, untuk tidak mau berteman dengan teman kalian.

Aku tidak pernah absen membuka Pintu kamar kalian tanpa permisi, dengan berteriak "Assalamualekummm"
Dan kalian pun begitu, sama persis.  Selalu membuka Pintu Kamar Kosku tanpa permisi.
Sehari tanpa membuka pintu kamar kalian yang bertanda huruf "M D" akan terasa kurang.

   Kepadatan atas jadwal ku kadang membuat kalian murung karena kita tidak bisa makan malam bersama, entah itu Mas Gotot, Mi ayam depan Gereja, Atau sesimple pesan omelet Sobat.  Aku juga bingung tiada habisnya kita membahas hal-hal kehidupan, mulai dari kehebatan dosen kita masing-masing, hingga video clip mantan Awkarin yang disukai Riri.

Semua itu terjadi di meja tengah, iya meja yang sekarang aku buat untuk menulis ini, yang dulunya memiliki jumlah kursi 2 buah, lalu Bapak menambahkan satu buah, hingga sampai sekarang berjumlah tiga.  Agar kita bisa berkumpul disni, bertiga.

Berantaknya barang-barang kita di ruang tengah, walaupun Mbak Uut sudah merapihkannya setiap hari, tetap saja, tidak terlalu berdampak besar.

Obrolan kita sampai malam, yang sebenarnya banyak bahasan yang kita ulang, tetapi tetap menenangkan.  Riri si enthunk yang dulunya memiliki gelar enthunk akibat tidak pernah berganti posisi di kasur, dengan memeluk guling serta menghadap laptop tersayang, dengan bando yang disesakkan di kepalanya, Atau ninid dengan kaus tak berlengannya bercelana merah kotak-kotak dengan boneka nya jeri, jeripih disampingnya sambil bermain handphone, lalu 2 menit kemudian terlelap dengan handphone ditangannya.

Agenda mencuci bersama, agenda mengganggu ku di kala yoga, tidur di kasurku yang teramat sempit untuk menonton film, aneh, kasur ku yang paling kecil tapi kalian suka sekali tidur disini.

Kalian yang selalu membantu mengusung baju berkarung-karung ke store, tanpa mengeluh.  Ninit yang pernah naik truck expedisi hanya karena mengantarkan lagi2 baju store, Riri  enthunk yang selalu available karena dia Enthunk untuk setiap pertolongan, kalian yang tidak pernah lelah (ya mungkin lelah tp yaudahlah ya ) mendengarkan ceritaku tentang Bassa, dan banyak lelaki lainnya

Ini mungkin salah satu yang membuatku tetap enjoy selama 2 tahun berkuliah di Akademi macan, setiap keluhan aku ceritakan, masalah sekecil apapun itu, penting atau tidak penting, selalu aku bahas.  Dan aku pun selalu menunggu cerita kalian, entah sekadar cerita tentang papasan dengan si "itu" tapi anehnya, aku sangat senang mendengarnya.

Terima kasih atas semuanya, aku harap semua rutinitas kita diatas, dan rutinitas-rutinitas lain yang tidak sempat aku tulis tetap kalian lakukan, walaupun tanpa ku, karena kalian tidak patut sedih, aku lah yang patut, karena:

  "Home doesnt feel like home anymore, Tanpa Ninit Riri di dalamnya".

Thursday, June 1, 2017

MAAFKANLAH KAMI BHINNEKA TUNGGAL IKA





Sebagai Bangsa yang memiliki 17.508 pulau dan 1.340 suku membuat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang beragam atas suku dan budaya nya. Dengan itu para pendiri bangsa menciptakan Bhinneka Tunggal Ika sebagai motto bangsa ini, berharap antar saudara sebangsa dan setanah air menghapuskan rasa “lebih unggul dibanding suku, ras, golongan maupun agama lain” karena perbedaan tersebut diharapkan sebagai alat pemersatu bangsa bukan  malah sebaliknya.  Perlu digaris bawahi bahwa kekayaan budaya yang kita miliki merupakan proses dari hasil asimilasi, menerima perbedaan budaya, menghasilkan budaya campuran dan akhirnya menjadi identitas bangsa yang baru, bernama Indonesia.   Sulit untuk dijelaskan perihal suku mana yang paling lama menduduki tanah air ini atau seringkali disebut sebagai pribumi. Menurut sejarah terbentuknya, Bumi Nusantara dulunya tanah yang tidak bertuan sehingga banyak manusia dari berbagai rumpun mengklaim bahwa tanah ini milik mereka.  Pada hakikatnya, semua manusia yang ada di Indonesia adalah pendatang.  Jadi, warga keturunan Melayu (Austronesia), Papua (melanisia),  Arab (semit), India (dravida, tamil), dan Tionghoa (sino-tibrusetan) merupakan pendatang.  Sudah jelas tidak ada gunanya merasa dan berkelakar bahwa kita merupakan pribumi asli karena kita tergolong kaum mayoritas dan suku minoritas lain yang hidup di Indonesia merupakan imigran belaka.
Ironisnya kerap kali terjadi, akhir-akhir ini banyak perdebatan khususnya antar suku, ras, golongan, maupun agama berkaitan dengan topik; siapa kaum mayoritas serta golongan dan agama manakah yang paling baik di Indonesia.  Dan mendadak motto Bhinneka Tunggal Ika sudah luntur di benak kebanyakan masyarakat Indonesia. Munculah pandangan atau sikap yang terlalu mengagungkan pihak yang kita dukung sehingga kita akan menyangkal kekurangan-kekurangan yang ada,  berkelakar akan kelebihan kita dengan konsekuensi kita selalu merasa benar, apapun kelebihan dan kekurangan lawan, juga fakta-fakta yang timbul di lapangan antarpihak yang berseteru menjadi bias.


Pandangan – pandangan yang dimaksud sering disebut antara lain:

  1. Chauvinisme : kesetiaan ekstrim terhadap suatu pihak atau keyakinan tanpa mau mempertimbangkan pandangan alternative ( sangat fanatik terhadap pandangan tersebut)
  2. Etnosentris : Cenderung memandang rendah orang-orang yang di anggap asing, lalu mengukur budaya asing dengan budaya nya sendiri, (menganggap kebudayaan kelompoknya adalah yang paling baik.The Authoritarian Personality, Adorno (1950) menemukan bahwa orang-orang etnosentris cenderung kurang terpelajar, kurang bergaul dan pemeluk agama yang fanatik
  3. Primodialisme : Perasaan kesukuan yang berlebihan.  Terlalu mengunggulkan budaya golongan atau suku
Disamping kelebihan-kelebihan semua pandangan diatas, mereka memiliki kesamaan dalam kekurangan, yaitu dapat memecah persatuan dan kesatuan antar golongan, agama dan ras serta berkebalikan dengan semangat sila ke-3 dalam pancasila.  Apabila sebagian kalian merasa mempunyai pandangan tersebut layaknya mulai harus mengkritisi apakah pandangan yang kalian anut menimbulkan kelebihan atau malah sebaliknya.  Pandangan bahwa kaum mayoritas merupakan penduduk asli (pribumi) Indonesia dan harus lebih diistimewakan di banding kaum minoritas lainya harus segera dihapuskan.  Kita baiknya mengingat bahwa penggolongan yang jelas, perihal siapa sebenarnya penduduk asli Indonesia adalah sia-sia saja.

Selain masalah suku dan golongan, agama juga merupakan isu yang sering dibahas dan menimbulkan permasalahan di negeri kita ini. Munculah berbagai pemberontakan; pemberontakan atas pembelaan agama,  saling mengunggulkan agama masing-masing,  fanatisme berlebihan akan suatu agama, dan pembelaan atas kekuasaan Tuhan yang merupakan hal yang ganjil karena sudah  jelas, seperti salah satu judul buku Gus Dur , “Tuhan tidak perlu di bela”.  Tuhan akan tetap Esa dan Maha atas segalanya.
Kita secara sadar harus mengakui bahwa agama merupakan warisan dari orang tua ataupun lingkungan sekitar kita yang mendidik kita sejak kecil.  Dan tidak bisa memilih untuk lahir dari orang tua maupun lingkungan yang beragama tertentu.  Anggapan bahwa manusia yang terlahir sebagai pemeluk agama yang berbeda dengan agama kita akan masuk neraka adalah hal yang sangat tidak masuk akal.  Sebagai  manusia yang terpelajar Kebencian-kebencian maupun tuduhan-tuduhan seperti itu harus dihapuskan.
Pada awalanya kabanyakan orang menganggap membahas persoalan agama hendaknya tidak dibahas di depan umum, ataupun lebih baik menjadi konsumsi pribadi (lingkup kecil) saja, karena merupakan topik yang teramat sensitive untuk dibahas.  Padahal seharusnya dialektika tidak boleh di bendung,  semakin kita berdiam diri, menimbun permasalahan dengan bersifat apatis terhadap isu yang ada semakin memperburuk keadaan.
Sering kita temui kejadian-kejadian janggal yang kita alami sehari-hari akibat mengkotak-kotakan agama yang terlalu berlebihan.
 Seperti kalimat untuk memimpin doa, “Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing” ini merupakan hal yang umum namun janggal apabila diresapi lebih dalam, karena kecil kemungkinan bahwa seorang umat beragama akan berdoa dengan menggunakan tata cara doa agama lain.  Dan apabila hal tersebut terjadi harusnya itu tidak dilarang, karena intinya sama, yaitu berdoa kepada Tuhan, mungkin hanya memiliki perbedaan dalam penyebutan maupun susunan kata.
Perihal toleransi,  di Bulan Ramadhan banyak sekali tempat makan yang harus ditutupi, dengan alasan menghargai atau toleransi terhadap umat yang berpuasa.  Harusnya, apabila sudah berniat berpuasa untuk Tuhan tidak mungkin semudah itu tergiur untuk membatalkan dengan alasan melihat makanan yang terpampang di tempat makan.  Semua umat yang berpuasa harus memahami sepenuhnya bahwa puasa bukan sekedar menahan makan dan minum.  Itu tidak sebanding dengan toleransi yang diberikan oleh pemeluk agama lain yang kesulitan mencari makanan karena banyak tempat makan yang ditutup-tutupi, harus makan ditempat yang berenda agar tidak terlihat oleh mata umat yang sedang berpuasa.  Akibat toleransi, memakan makanan terlihat seperti sedang melakukan dosa yang besar sehingga harus ditutupi sebisa mungkin.
Kebanyakan orang mungkin menganggap fanatisme tersebut hal yang wajar dengan dalih kecintaan terhadap agamanya.  Padahal fanatisme akan membawa manusia kepada dampak buruk dari pandangan-pandangan seperti etnosentris. Presiden Jokowi pernah mengeluhkan bahwa bangsa lain sudah mengembangkan teknologi canggih; bagaimana cara menyembuhkan penyakit hingga meneliti apakah Planet Mars layak untuk ditinggali, dan faktanya negeri nya sendiri masih berkecamuk dengan permasalaahan Suku, Agama dan ras.


Peran pemuda sangat dibutuhkan karena merupakan tombak-tombak kebangkitan nasional.  Sejarah sudah membuktikan bahwa pendirian Bangsa kita ini sangat dipengaruhi oleh gerakan pemuda yang terpelajar, pemuda yang memiliki semangat yang membara untuk mempejuangkan kehidupan bangsa menjadi lebih baik.
Kita sebagai pemuda yang mempunyai peran dalam perekat kemajemukan bangsa dilarang untuk menutup telinga atas isu-isu terpecah belahnya suku agama dan ras yang terjadi dan menganggap hal-hal tersebut akan berlalu seiring berjalannya waktu dengan dalih tidak memiliki waktu untuk memikirkan polemik yang ada karena harus berfokus pada pelajaran disekolah maupun diperkuliahan.  Hal tersebut sangat bertentangan dengan fungsi menuntut ilmu di sekolah dan juga berkebalikan dengan prinsip Tridharma Perguruan Tinggi.  Hendaknya kaum terpelajar termasuk mahasiswa harus tergerak sebagai tombak pencegah perpecahan bangsa.
Pemuda terpelajar harus memiliki dasar pengetahuan (benchmark) yang kuat dalam mencari solusi dari permasalahan yang terjadi.  Banyak membaca dari sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan isinya, entah itu dari tumpukan buku, koran, serta majalah, dalam bentuk fisik maupun elektronik.  Kecanggihan teknologi akan menghapus alasan bahwa mencari sumber bacaan itu sulit dan mahal.  Semakin banyak membaca dengan variasi sumber yang berbeda membuat semakin mengerti dan dapat menyaring mana pemberitaan maupun sumber yang kredibel, serta pemikiran kita akan terbuka dengan apa yang terjadi dalam permasalahan bangsa saat ini.
Pemuda terpelajar tidak sepatutnya untuk membenci hal yang tidak ia pahami (pelajari). Contoh:  Seorang teman saya pernah pernah berkata bahwa saya harus hati-hati dalam memilih buku bacaan karena akan membuat saya memiliki pandangan pluralisme, sejenak saya berfikir bagaimana bisa dia mengkritik buku bacaan saya apabila dia tidak suka membaca dan tidak mengerti apa isi buku bacaan saya, lalu saya mendapat jawaban setelah berfikir sejenak, bahwa dia pun tidak mengerti apa arti pluralisme itu sendiri.
Seseorang boleh mengkritisi suatu hal ketika ia memahami permasalahan yang sedang ia dalami di bidang tersebut.  Disinilah racun-racun yang sangat rentan menyerang para pemuda saat ini.  Banyak pemuda yang memiliki dasar pengetahuan yang dangkal namun sudah berani berkelakar dan merasa kaum  (pendapat) merekalah yang paling benar.  Mempunyai pemikiran tertutup dan tidak adanya kemauan untuk mempelajari banyak hal adalah titik keruntuhan dari peran pemuda.
“Pikiran itu seperti parasut, hanya berfungsi ketika terbuka” – John Dewer

Saturday, November 21, 2015

Answering question

there's so many question appears when i start to open order USM Book :p

"ka kalo anak ipa masuk STAN bisa ga sih??"
"Ka Bedanya STAN sama STIS apa sihhh?"
"Ka jurusan-jurusannya apa aja sih?"
dan lain-lain
okay kita bahas satu satu


STAN (Sekolah Tinggi Akutansi Negara) yang berganti nama menjadi PKNSTAN (Poliklinik Politeknik Keuangan Negara STAN) merupakan sekolah semi-kedinasan, yang biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung negara, dan mayoritas lulusan bekerja  sebagai PNS/ASN (Aparat Sipil Negara).  Disini kita benar-benar di didik untuk menjadi pengabdi negara yang baik.

1. Kalau anak IPA masuk STAN bisa ga sih?
Bisa:) lucunya walaupun jurusannya semua didominasi IPS, mayoritas disini anak IPA malah, tapi tenang, disni kita sama-sama belajar dari 0, jadi gausah takut ketinggalan untuk masalah pelajaran. katanya "STAN itu kuliahnya Gampang, yang Sulit Masuknya" ;;))

2. Test nya Apa aja sih?
-Test Tulis
Ga sulit kok, disini soalnya umum, tidak membedakan IPA maupun IPS, hanya soal TPA saja+TOEFL.  Mirip sama TKPA pas SBMPTN;;) jadi gausah takut bagi anak IPA yang merasa tidak ahli di mapel IPS
Disini Test yang telah disurvey menggugurkan banyak orang, karena sering diremehkan soalnya gampang:) padahal sepintar apapun kalau tidak berlatih mengerjakan soal sama aja nothing

you can add @igm9003o for order this book ;)



-Test Wawancara 
-Test Kesehatan
Lari 12 menit non STOP + Lari angka 8, banyak yang bingung kenapa ada test kesehatan, kalo menurut aku, kita logika aja deh, kita sekolah gratis, masak kita mau sakit-sakitan? jadi STAN berharap agar mahasiswa nya sehat dan dapat mengikuti kegiatan kuliah dengan lancar

3, Jurusannya Apa aja sih?
bisa di check di link inii Jurusan di STAN;)
kita lolosnya berdasarkan pilihan, jadi ketika kita mendaftar kita isuruh mengurutkan jurusan yang kalian minati lalu pihak USM akan menyesuaikan antara nilai dan minat jurusan kita

4. Ka teman-teman saya pada ikutan BIMBEL untuk persiapan ini, dan menurut saya mahal, apakah itu penting kak?

Menurut survey, walaupun #sadbuttrue survey, kebanyakan yang lolos disini bukan anak bimbel:( jadi kita hanya terfokus materi dan soal-soal dalam buku USM, karena menurut saya sistem pengerjaan soal merupakan strategi masing-masing individu, dan kita menemukan hal tersebut dari hasil banyaknya berlatih, jadi pihak bimbel tidak bisa mematok strategi yang kita pakai sewaktu USM.  
Alat tempur hanya 2 : Berlatih mengerjakan Soal+Berdoa;;)

5. Beda STAN dan STIS
jelas jenis sekolahnya, kita di bidang keuangan, STIS di Statistik
Kalau STIS pake seragam wajib, kalau STAN hanya disamakan model dan warna baju, bertujuan hanya untuk menghapus perbedaan tingkat sosial yang didefinisikan dengan baju:))

So far, i forget about another question:( please add comment below for further question :(

kalo ada yang kepo event-evetn di tan, silahkan check disini :))) anakstan