Tuesday, January 30, 2018

Birokrasi oh Birokrasi ....

Tulisan ini saya dedikasikan untuk pelipur keresahan saya sendiri oleh pengalaman permintaan untuk perizinan surat survey perihal tugas akhir.
Ada 2 check point yang harus saya tempuh
1. Kantor Kesbangpol Tangsel (untuk mendapatkan surat izin pengambilan data ke DPPKAD)
2. Kantor DPPKAD Tangesel
Niat saya sudah bulat hari ini, tepatnya pukul 9 pagi untuk berangkat ke Kantor Kesbangpol.  Gmaps menginformasikan perjalanan ditempuh dalam jarak 15,3km dengan estimasi waktu 47 menit. Ah gampang sih ini menurut saya.


Headset, Playlist, dan Gmaps saya sudah siap untuk mendampingi perjalanan 46 menit. Setelah menempuh jalan berliku dan gang-gang kecil karena rute yang saya pilih tercepat  (Avoid Highway and Toll),  akhirnya saya menemui gerbang perumahan mewah De'Latinos. Pada saat itu Gmaps  mengisyaratkan untuk belok ke kiri ketika saya berada di Jalan Raya Rawa Buntu.  Awalnya saya ragu untuk memasuki perumahann tersebut, tapi yasudahlah coba dulu, karena sejauh ini rute masih benar.  Setelah saya masuk, keliling-keliling perumahan sekitar 20 menit, saya lelah dan bertanya ke salah satu satpam
D: "Permisi Bapak, kalau mau ke kantor Kesbangpol benar lewat sini yah, Pak?"
B: "Oh bukan Neng, ini jalannya buntu (one way)  kantor itu emang ada di belakang proyek perumahan ini, jadi Neng harus keluar D'Latinos, puter balik ke arah serpong, ke kanan, ke arah tekno, pertigaan ke kanan lagi..
D: .... *sembari puyeng kepala saya*  oh jadi harus keluar perumahan ini lagi ya, Pak..
B: Iya Betul..

Kepala sudah mulai pening dengan kontribusi terik mentari dan debu-debu truck, target saya hanya 1 "mencapai kantor tersebut sebelum istirahat makan siang"
Oke dengan Bismillah saya tarik gas, sambil mengingat-ingat ucapan bapak dan juga menghirup udara sekaligus polusinya dengan saksama, supaya tetap tenang dan bersahaja.

Ambil gambar random, kenapa adanya yang mendung yak.....


Rute yang saya tempuh menjadi:

warna merah adalah rute baru dari Bapak Satpam :)
Akhirnya saya menyimpulkan

TIPS RUTE MENCAPAI KANTOR KESBANGPOL TANGSEL
Keyword:
1. "Jalan Tekno Widya", dari situ tinggal ke kanan 200-300m, di kanan jalan ada bangunan "Dinas Pekerjaan Umum Tangerang Selatan" Nah kesbangpol terletak di paling ujung belakang komplek perkantoran tersebut
2. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel
3. Perumahan Batan Indah

Sesampainya disana Pukul 10:20 (80 menit) prediksi Gmaps 46 Menit :)
Pegawai menyambut dengan baik.  Menanyakan tujuan saya dan data-data saya.
1. Fotocopy data diri (KTM/SIM/KTP)
2. Proposal Tugas Akhir
3. Surat izin dari Kampus untuk permintaan tugas akhir

setelah menyerahkan persyaratan, saya mengisi form dari pegawai, yang berisi data diri, tujuan meminta data, dan lokasi permintaan data (DPPKAD).  Selesai!
saya mendapatkan surat kecil untuk saya sendiri bukan untuk Tuhan seperti ini:


"Silakan kesini lagi, bawa tanda terima, untuk ambil suratnya, kira-kira hari Jumat(2 hari lagi) ya" kata pegawai.
saya tertegun.. baik kalau begitu..
tiba-tiba terdengar lagu Sheilla On7-Berhenti Berharap "Aaakuuu Puuulaaaaang, Tanpa Dendaaaam, Ku terimaaaa, Kekalaaahanku uwoUwo" untungnya hari ini tidak hujan.

Proses tersebut terjadi kira-kira 5 menit, namun dibutuhkan perjalanan selama 2jam lebih 20 menit untuk pulang-pergi nya :)

Inilah yang membuat saya resah...
sebagai calon pegawai negeri (Allahuma aminn)  ya ini PR terberat saya.
1. Pemangkasan birokrasi.

Sangat disayangkan, di kota semaju ini masih terdapat birokrasi yang harusnya sudah dapat ditiadakan/dipangkas.  Kemungkin  kantor tersebut sedang banyak agenda.  Namun, di tahun 2018 ini, dalam kota yang tergolong maju, sudah seharusnya tersedia portal online.  Pengisian form dan pengiriman data dapat dilakukan via e-mail, scan dan lain-lain.  Mungkin terdapat puluhan bahkan ratusan masyarakat yang bernasib seperti saya (mungkin jauh lebih buruk).  Sungguh bahagianya apabila sudah terdapat sistem informasi yang memangkas birokrasi, sehingga energi dan waktu dapat dialokasikan ke hal lainnya.


2. Pentingnya Updating Lokasi Kantor
Jika yang berkepentingan memiliki akses transportasi seperti saya (motor) yang mobilitasnya sangat mudah, tidak akan menjadi beban.  Namun, apabila yang berkepentigan menggunakan transportasi umum/online, biaya yang dikeluarkan kemungkinan besar melebihi apa yang saya alami.  

Hal-hal kecil tersebut kadang diabaikan.  Inilah PR besar buat kami.  Sudah bukan waktunya untuk tergopoh-gopoh membawa berkas, lalu kembali ke kantor tersebut dalam beberapa hari kedepan, untuk menunggu birokrasi selanjutnya.

Siapapun yang membaca ini, semoga kita sama-sama saling menyadarkan pentingnya sistem informasi.  Sudah sepantasnya kita menikmati keunggulan zaman, bukannya mundur kebelakang untuk menikmati pahitnya birokrasi.  Inipun juga merupakan kritik untuk saya sendiri sebagai mahasiswa, yang tidak mendalami sepenuhnya apabila terdapat mata kuliah tentang Sistem Informasi.  Maunya belajar hanya menggunakan "Shortcut-sistemkebutsemalam" sehingga ilmu yang terserap tidak sepenuhnya.  Padahal masyarakat mendambakan andil kita, sebagai pelajar untuk memperbaiki nasib bangsa.

Sekian, 
curahan kekecewaan ini saya tutup dengan kutipan kalimat terakhir di nisan Pramoedya Ananta Toer

"Pemuda Harus Melahirkan Pemimpin"-PAT
  

Saturday, January 27, 2018

Dilan 1990

Saya menulis review ini 2 jam setelah saya menonton film tersebut, sebelum lupa.. ya mari di tulis

walaupun sepanjang film diputar seringkali terlontar kalimat anzaayyy, najizzz, duh pen muntah,  karena full of cringe, yha lagi-lagi perbedaan generasi.  Zaman saya pas SMA model pacarannya udah efektif dan efisyien (ga pake surat, telpon koin) pake sms, watsaap, facetime, line, facebook, yahoomassanger dan masih banyak lagi.
saya juga bukan tipikal pecinta film bernuansa : Badboi sang perayu maut kelas kakap jatuh cinta dengan wanita-wanita kalem cantik pindahan pula darikota metropolitan. Namun, saya akan mencoba professional di sini.  saya akan menuliskan mulai dari point-point buruk berlanjut ke baik seruntut mungkin,.

Overall bolehlah film ini dibuat selingan diantara nonton film-film berat heu, but don't expect the value added from this, because nothing :) except "flashback" masa SMA atau malah sedih "kok SMA ku dulu ga gitu yak"

hal yang cukup annoying menurut saya:
1. Dandanan
oke cukup saya hargai semua setting latar agar nampak seperti 1990, kendaraan, rumah, sepinya jalan, perabotan dan outfit.  Namun, ya masa cewek pada tahun gitu mukanya pada bening semua apa jangan-jangan pada tahun 1990 udah pada make SKII atau perawatan ERHA atau begemana saya tidak paham.  Rambutnya pada badai, mukanya flawless, dan yak.  Saya sering bertanya-tanya dan itu cukup mengganggu.  Karena saya pernah menonton film GIE, walaupun terdapat perbedaan  tiga dekade, tetapi GIE sangat berhasil membawa suasana ya memang 1960. begitu.


Namun, saya tetap mencoba berpositif thinking, ya mungkin benar di tahun 1990 semua rambut wanita khususnya di Bandung emang badai, semacem barusan di catok+blow.  Ya saya memang kurang mengerti fashion 1990, tetapi sulit merasakan suasana 1990 saat memperhatikan aktornya.  karena tiada beda dengan sekarang 2018.  Padahal Ibu kantin, suasana kelas dan sekolah cukup mendukung, dihancurkan begitu saja oleh mbak-mbak yang langsung memunculkan pertanyaan? nah ini sekarang tahun berapa sebenernya.

Lucunya di adegan ulangtahun, dimana bener-bener mirip seperti 2016,2017,2018, bawa kue, kejutan, boneka gede, bawa bunga, bedanya gaada orang-orang yang bawa hape sama bilang "EEEH BELUM DI STORY IN, ULANG-ULANG!!" i'm like, "yah gada IG yak 1990"

2. Bucin (Budaq Cinta)
Ayah saya memang punya diari dan gambar setiap mantannya di dalam diary nya.  Ayah-Ibu pun masih menyimpan surat cinta mereka hingga menikah dengan rapih.  Memang rada geli bacanya, tapi indah.  Namun, kadar bucin film Dilan memang benar-benar extreme.  Seperti ini:

a. Ketika Milea kepergok makan batagor sama Nandan oleh Benny (pacarnya yang di Jakarta), sontak Benny ngatain sampe teriak-teriak "Pelacur, cewek murahan" lah ni orang ngapa yak, padahal lagi makan batagor bedua, kecuali lagi ngapain gitu, ahelah... dasar bocah SMA di tahun 1990.

b. Pas upacara tepatnya pengucapan ntah janji siswa atau sumpah pemuda, Dilan pindah barisan samping Milea, kan bikin barisan ga rapi tuh, nah dia ditegur sama gurunya, ee dia emosi sambil teriak "MEMANGNYA ADA APA PAK??" kenceng banget ganggu prosesi upacara, nah si guru emosi "KAMU SALAH MALAH MELAWAN" *PLAAK* si guru pun menampar, Dilan pun membalas sampe ribut, seluruh sekolah ngerti dan di bawa ke BP.

Di ruang BP sama Milea, nah si KepSek bilang "Yang tidak berkepentingan silakan keluar" Dilan menjawab "Kalo Milea keluar, saya juga keluar Pak" itu sumpah,, orang dia yang bikin onar, orang lain suruh ikutan-_-
dan anehnya Milea malah menunjukkan ekspresi seneng...............

c. Dilan yang berani bakar sekolahnya kalo kepala sekolahnya nampar Milea :( like "i have no comment for dis"

3. BANYA BASA-BASI 
Ya mungkin emang hidup penuh dengan kebasa-basi an tapi aduh parah sih ahaha
di adegan Bunda Dilan ke rumah Milea lalu bertemu HappySalma (Ibu Milea)
Ibu Dilan: Astaga anda cantik sekali, wah-wah gak heran Milea bisa secantik ini..
HappySalma: Ah, bisa saja.. anda juga cantik
*PERSIS SAMA PERCAKAPAN DI = KOMEN INSTAGREM 2017 2018 bukan?*
lalu adek Milea datang... *salim ke Bunda Dilan*
Ibu Dilan: aaahh ini siapa lagii, ini rumah kok dihuni sama 3 orang cantik-cantik semua yaaaahh...
adik Milea: *Nyengir*
Ibu Milea : eh bilang makasih..
Adik Milea : Makasih...

******END*****

maksud saya apakah tidak ada percakapan lain begitu?  misal : "Punya IG ngga bukk? ID nya apa? oiya nanti followback ya mau ngetag di story"  oiya 1990 gada IG ding. hmm ya apa gitu kek kelas berapa atau begemana... hmm




.............udah itu aja masih yang keinget....................

Part bagusnya...
1. Hal-hal yang mendukung rasa 1990 ada
-Beberapa perabotan, walaupun ngga seluruhnya,
-Kendaraan.   gada satupun gojek yang lewat!! vewry gud
-Buku yang dibaca Milea "Olga" oleh Hilman Hariwijaya
-outfit HappySalma
-kaos MIlea " Jim Morrison" sama kaos  Bunda Dilan = RollingStone, ciye bocah naintis abis
-Telpon Umum Dilan
2. Pas sesi tawuran
Ga fail-fail banget si.
3. Tengil nya si Iqbal
cukup lah untuk bikin para remaja histeris

Ya sepertinya sampai sini dulu.  Saya senang rasa penasaran saya terbayar.  Akhirnya saya memahami jokes-jokes twitter dan meme perkara Dilan.  Sehingga saya bisa menjalanii hidup saya sebagai mana mestinya.
udah begitu saja ya, saya mengantuk.

Sekian.

bonus meme meme
twittter












Monday, January 15, 2018

Wahai Teman Kos Ku

Saat  ini aku sedang duduk di meja ruang tengah kosan kita, iya kosan yang tidak memasang tulisan "Terima Kos Putri" malahan "Sedia Nasi Uduk Betawi".  Aku menulis ini karena, Ninit, salah satu dari kita, mengirimkan aku Susu Sapi yang berlambang Beruang ditengah derasnya hujan, dengan senyumnya itu, sejenak melupakan ku atas penat beban UAS hari pertama ini. Dengan berkata "Mba Dinda, I Have Something for you" kata-kata itu tidak asing sebenarnya, tetapi sudah lama tidak ku dengar, sejak enam bulan lalu, tepatnya saat kalian berdua meninggalkan ku.  Tidak sejahat itu faktanya, namun di hari itu saya merasa, ya, ditinggalkan.

Ratusan mungkin, atau malah tepatnya ribuan memori berjejal menyusupi ingatanku,
Disaat pertama kita bertemu, betapa bencinya kalian berdua terhadapku.  Karena aku datang tidak memiliki atribut lengkap, bahkan karet rambut pun aku tak punya.  Dengan memasang tampang tidak ikhlas, salah satu dari kalian meminjamkanku karet, entah itu Ninit atau Riri, seingatku Riri.

Setiap aku pulang malam, aku mendengar betapa kalian bergosip tentangku, tetapi hal itu sama sekali tidak berdampak di kehidupanku, aku juga heran atas kemampuan "ketidakpedulianku" atau malah terlalu percaya diri.  Namun, kepahitan itu tidak berlangsung lama, saat itu aku ingat kita memesan nasi goreng bersama, lalu ada anak beaCukai dengan penuh percaya diri aku bertanya "Eh Dek, masih Dinamika ya" Dia menjawab "Iya kak" Dia pikir kita senior.  Sejak saat itu, kita mulai menjalin hubungan sedekat nadi. Iya, sedekat nadi.

Ratusan cerita dan gosip kita bagi, tentang teman-teman mu, teman-teman organdamu, tetapi karena kalian orang baik, maka teman kalian pun sebagian besar menjadi temanku.  Aneh sebenarnya, tapi aku yakin itu karena karena kalian orang baik sehingga kalian jarang sekali menceritakan sisi buruk seseorang, sehingga tidak ada alasan untukku, untuk tidak mau berteman dengan teman kalian.

Aku tidak pernah absen membuka Pintu kamar kalian tanpa permisi, dengan berteriak "Assalamualekummm"
Dan kalian pun begitu, sama persis.  Selalu membuka Pintu Kamar Kosku tanpa permisi.
Sehari tanpa membuka pintu kamar kalian yang bertanda huruf "M D" akan terasa kurang.

   Kepadatan atas jadwal ku kadang membuat kalian murung karena kita tidak bisa makan malam bersama, entah itu Mas Gotot, Mi ayam depan Gereja, Atau sesimple pesan omelet Sobat.  Aku juga bingung tiada habisnya kita membahas hal-hal kehidupan, mulai dari kehebatan dosen kita masing-masing, hingga video clip mantan Awkarin yang disukai Riri.

Semua itu terjadi di meja tengah, iya meja yang sekarang aku buat untuk menulis ini, yang dulunya memiliki jumlah kursi 2 buah, lalu Bapak menambahkan satu buah, hingga sampai sekarang berjumlah tiga.  Agar kita bisa berkumpul disni, bertiga.

Berantaknya barang-barang kita di ruang tengah, walaupun Mbak Uut sudah merapihkannya setiap hari, tetap saja, tidak terlalu berdampak besar.

Obrolan kita sampai malam, yang sebenarnya banyak bahasan yang kita ulang, tetapi tetap menenangkan.  Riri si enthunk yang dulunya memiliki gelar enthunk akibat tidak pernah berganti posisi di kasur, dengan memeluk guling serta menghadap laptop tersayang, dengan bando yang disesakkan di kepalanya, Atau ninid dengan kaus tak berlengannya bercelana merah kotak-kotak dengan boneka nya jeri, jeripih disampingnya sambil bermain handphone, lalu 2 menit kemudian terlelap dengan handphone ditangannya.

Agenda mencuci bersama, agenda mengganggu ku di kala yoga, tidur di kasurku yang teramat sempit untuk menonton film, aneh, kasur ku yang paling kecil tapi kalian suka sekali tidur disini.

Kalian yang selalu membantu mengusung baju berkarung-karung ke store, tanpa mengeluh.  Ninit yang pernah naik truck expedisi hanya karena mengantarkan lagi2 baju store, Riri  enthunk yang selalu available karena dia Enthunk untuk setiap pertolongan, kalian yang tidak pernah lelah (ya mungkin lelah tp yaudahlah ya ) mendengarkan ceritaku tentang Bassa, dan banyak lelaki lainnya

Ini mungkin salah satu yang membuatku tetap enjoy selama 2 tahun berkuliah di Akademi macan, setiap keluhan aku ceritakan, masalah sekecil apapun itu, penting atau tidak penting, selalu aku bahas.  Dan aku pun selalu menunggu cerita kalian, entah sekadar cerita tentang papasan dengan si "itu" tapi anehnya, aku sangat senang mendengarnya.

Terima kasih atas semuanya, aku harap semua rutinitas kita diatas, dan rutinitas-rutinitas lain yang tidak sempat aku tulis tetap kalian lakukan, walaupun tanpa ku, karena kalian tidak patut sedih, aku lah yang patut, karena:

  "Home doesnt feel like home anymore, Tanpa Ninit Riri di dalamnya".

Thursday, June 1, 2017

MAAFKANLAH KAMI BHINNEKA TUNGGAL IKA





Sebagai Bangsa yang memiliki 17.508 pulau dan 1.340 suku membuat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang beragam atas suku dan budaya nya. Dengan itu para pendiri bangsa menciptakan Bhinneka Tunggal Ika sebagai motto bangsa ini, berharap antar saudara sebangsa dan setanah air menghapuskan rasa “lebih unggul dibanding suku, ras, golongan maupun agama lain” karena perbedaan tersebut diharapkan sebagai alat pemersatu bangsa bukan  malah sebaliknya.  Perlu digaris bawahi bahwa kekayaan budaya yang kita miliki merupakan proses dari hasil asimilasi, menerima perbedaan budaya, menghasilkan budaya campuran dan akhirnya menjadi identitas bangsa yang baru, bernama Indonesia.   Sulit untuk dijelaskan perihal suku mana yang paling lama menduduki tanah air ini atau seringkali disebut sebagai pribumi. Menurut sejarah terbentuknya, Bumi Nusantara dulunya tanah yang tidak bertuan sehingga banyak manusia dari berbagai rumpun mengklaim bahwa tanah ini milik mereka.  Pada hakikatnya, semua manusia yang ada di Indonesia adalah pendatang.  Jadi, warga keturunan Melayu (Austronesia), Papua (melanisia),  Arab (semit), India (dravida, tamil), dan Tionghoa (sino-tibrusetan) merupakan pendatang.  Sudah jelas tidak ada gunanya merasa dan berkelakar bahwa kita merupakan pribumi asli karena kita tergolong kaum mayoritas dan suku minoritas lain yang hidup di Indonesia merupakan imigran belaka.
Ironisnya kerap kali terjadi, akhir-akhir ini banyak perdebatan khususnya antar suku, ras, golongan, maupun agama berkaitan dengan topik; siapa kaum mayoritas serta golongan dan agama manakah yang paling baik di Indonesia.  Dan mendadak motto Bhinneka Tunggal Ika sudah luntur di benak kebanyakan masyarakat Indonesia. Munculah pandangan atau sikap yang terlalu mengagungkan pihak yang kita dukung sehingga kita akan menyangkal kekurangan-kekurangan yang ada,  berkelakar akan kelebihan kita dengan konsekuensi kita selalu merasa benar, apapun kelebihan dan kekurangan lawan, juga fakta-fakta yang timbul di lapangan antarpihak yang berseteru menjadi bias.


Pandangan – pandangan yang dimaksud sering disebut antara lain:

  1. Chauvinisme : kesetiaan ekstrim terhadap suatu pihak atau keyakinan tanpa mau mempertimbangkan pandangan alternative ( sangat fanatik terhadap pandangan tersebut)
  2. Etnosentris : Cenderung memandang rendah orang-orang yang di anggap asing, lalu mengukur budaya asing dengan budaya nya sendiri, (menganggap kebudayaan kelompoknya adalah yang paling baik.The Authoritarian Personality, Adorno (1950) menemukan bahwa orang-orang etnosentris cenderung kurang terpelajar, kurang bergaul dan pemeluk agama yang fanatik
  3. Primodialisme : Perasaan kesukuan yang berlebihan.  Terlalu mengunggulkan budaya golongan atau suku
Disamping kelebihan-kelebihan semua pandangan diatas, mereka memiliki kesamaan dalam kekurangan, yaitu dapat memecah persatuan dan kesatuan antar golongan, agama dan ras serta berkebalikan dengan semangat sila ke-3 dalam pancasila.  Apabila sebagian kalian merasa mempunyai pandangan tersebut layaknya mulai harus mengkritisi apakah pandangan yang kalian anut menimbulkan kelebihan atau malah sebaliknya.  Pandangan bahwa kaum mayoritas merupakan penduduk asli (pribumi) Indonesia dan harus lebih diistimewakan di banding kaum minoritas lainya harus segera dihapuskan.  Kita baiknya mengingat bahwa penggolongan yang jelas, perihal siapa sebenarnya penduduk asli Indonesia adalah sia-sia saja.

Selain masalah suku dan golongan, agama juga merupakan isu yang sering dibahas dan menimbulkan permasalahan di negeri kita ini. Munculah berbagai pemberontakan; pemberontakan atas pembelaan agama,  saling mengunggulkan agama masing-masing,  fanatisme berlebihan akan suatu agama, dan pembelaan atas kekuasaan Tuhan yang merupakan hal yang ganjil karena sudah  jelas, seperti salah satu judul buku Gus Dur , “Tuhan tidak perlu di bela”.  Tuhan akan tetap Esa dan Maha atas segalanya.
Kita secara sadar harus mengakui bahwa agama merupakan warisan dari orang tua ataupun lingkungan sekitar kita yang mendidik kita sejak kecil.  Dan tidak bisa memilih untuk lahir dari orang tua maupun lingkungan yang beragama tertentu.  Anggapan bahwa manusia yang terlahir sebagai pemeluk agama yang berbeda dengan agama kita akan masuk neraka adalah hal yang sangat tidak masuk akal.  Sebagai  manusia yang terpelajar Kebencian-kebencian maupun tuduhan-tuduhan seperti itu harus dihapuskan.
Pada awalanya kabanyakan orang menganggap membahas persoalan agama hendaknya tidak dibahas di depan umum, ataupun lebih baik menjadi konsumsi pribadi (lingkup kecil) saja, karena merupakan topik yang teramat sensitive untuk dibahas.  Padahal seharusnya dialektika tidak boleh di bendung,  semakin kita berdiam diri, menimbun permasalahan dengan bersifat apatis terhadap isu yang ada semakin memperburuk keadaan.
Sering kita temui kejadian-kejadian janggal yang kita alami sehari-hari akibat mengkotak-kotakan agama yang terlalu berlebihan.
 Seperti kalimat untuk memimpin doa, “Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing” ini merupakan hal yang umum namun janggal apabila diresapi lebih dalam, karena kecil kemungkinan bahwa seorang umat beragama akan berdoa dengan menggunakan tata cara doa agama lain.  Dan apabila hal tersebut terjadi harusnya itu tidak dilarang, karena intinya sama, yaitu berdoa kepada Tuhan, mungkin hanya memiliki perbedaan dalam penyebutan maupun susunan kata.
Perihal toleransi,  di Bulan Ramadhan banyak sekali tempat makan yang harus ditutupi, dengan alasan menghargai atau toleransi terhadap umat yang berpuasa.  Harusnya, apabila sudah berniat berpuasa untuk Tuhan tidak mungkin semudah itu tergiur untuk membatalkan dengan alasan melihat makanan yang terpampang di tempat makan.  Semua umat yang berpuasa harus memahami sepenuhnya bahwa puasa bukan sekedar menahan makan dan minum.  Itu tidak sebanding dengan toleransi yang diberikan oleh pemeluk agama lain yang kesulitan mencari makanan karena banyak tempat makan yang ditutup-tutupi, harus makan ditempat yang berenda agar tidak terlihat oleh mata umat yang sedang berpuasa.  Akibat toleransi, memakan makanan terlihat seperti sedang melakukan dosa yang besar sehingga harus ditutupi sebisa mungkin.
Kebanyakan orang mungkin menganggap fanatisme tersebut hal yang wajar dengan dalih kecintaan terhadap agamanya.  Padahal fanatisme akan membawa manusia kepada dampak buruk dari pandangan-pandangan seperti etnosentris. Presiden Jokowi pernah mengeluhkan bahwa bangsa lain sudah mengembangkan teknologi canggih; bagaimana cara menyembuhkan penyakit hingga meneliti apakah Planet Mars layak untuk ditinggali, dan faktanya negeri nya sendiri masih berkecamuk dengan permasalaahan Suku, Agama dan ras.


Peran pemuda sangat dibutuhkan karena merupakan tombak-tombak kebangkitan nasional.  Sejarah sudah membuktikan bahwa pendirian Bangsa kita ini sangat dipengaruhi oleh gerakan pemuda yang terpelajar, pemuda yang memiliki semangat yang membara untuk mempejuangkan kehidupan bangsa menjadi lebih baik.
Kita sebagai pemuda yang mempunyai peran dalam perekat kemajemukan bangsa dilarang untuk menutup telinga atas isu-isu terpecah belahnya suku agama dan ras yang terjadi dan menganggap hal-hal tersebut akan berlalu seiring berjalannya waktu dengan dalih tidak memiliki waktu untuk memikirkan polemik yang ada karena harus berfokus pada pelajaran disekolah maupun diperkuliahan.  Hal tersebut sangat bertentangan dengan fungsi menuntut ilmu di sekolah dan juga berkebalikan dengan prinsip Tridharma Perguruan Tinggi.  Hendaknya kaum terpelajar termasuk mahasiswa harus tergerak sebagai tombak pencegah perpecahan bangsa.
Pemuda terpelajar harus memiliki dasar pengetahuan (benchmark) yang kuat dalam mencari solusi dari permasalahan yang terjadi.  Banyak membaca dari sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan isinya, entah itu dari tumpukan buku, koran, serta majalah, dalam bentuk fisik maupun elektronik.  Kecanggihan teknologi akan menghapus alasan bahwa mencari sumber bacaan itu sulit dan mahal.  Semakin banyak membaca dengan variasi sumber yang berbeda membuat semakin mengerti dan dapat menyaring mana pemberitaan maupun sumber yang kredibel, serta pemikiran kita akan terbuka dengan apa yang terjadi dalam permasalahan bangsa saat ini.
Pemuda terpelajar tidak sepatutnya untuk membenci hal yang tidak ia pahami (pelajari). Contoh:  Seorang teman saya pernah pernah berkata bahwa saya harus hati-hati dalam memilih buku bacaan karena akan membuat saya memiliki pandangan pluralisme, sejenak saya berfikir bagaimana bisa dia mengkritik buku bacaan saya apabila dia tidak suka membaca dan tidak mengerti apa isi buku bacaan saya, lalu saya mendapat jawaban setelah berfikir sejenak, bahwa dia pun tidak mengerti apa arti pluralisme itu sendiri.
Seseorang boleh mengkritisi suatu hal ketika ia memahami permasalahan yang sedang ia dalami di bidang tersebut.  Disinilah racun-racun yang sangat rentan menyerang para pemuda saat ini.  Banyak pemuda yang memiliki dasar pengetahuan yang dangkal namun sudah berani berkelakar dan merasa kaum  (pendapat) merekalah yang paling benar.  Mempunyai pemikiran tertutup dan tidak adanya kemauan untuk mempelajari banyak hal adalah titik keruntuhan dari peran pemuda.
“Pikiran itu seperti parasut, hanya berfungsi ketika terbuka” – John Dewer

Saturday, November 21, 2015

Answering question

there's so many question appears when i start to open order USM Book :p

"ka kalo anak ipa masuk STAN bisa ga sih??"
"Ka Bedanya STAN sama STIS apa sihhh?"
"Ka jurusan-jurusannya apa aja sih?"
dan lain-lain
okay kita bahas satu satu


STAN (Sekolah Tinggi Akutansi Negara) yang berganti nama menjadi PKNSTAN (Poliklinik Politeknik Keuangan Negara STAN) merupakan sekolah semi-kedinasan, yang biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung negara, dan mayoritas lulusan bekerja  sebagai PNS/ASN (Aparat Sipil Negara).  Disini kita benar-benar di didik untuk menjadi pengabdi negara yang baik.

1. Kalau anak IPA masuk STAN bisa ga sih?
Bisa:) lucunya walaupun jurusannya semua didominasi IPS, mayoritas disini anak IPA malah, tapi tenang, disni kita sama-sama belajar dari 0, jadi gausah takut ketinggalan untuk masalah pelajaran. katanya "STAN itu kuliahnya Gampang, yang Sulit Masuknya" ;;))

2. Test nya Apa aja sih?
-Test Tulis
Ga sulit kok, disini soalnya umum, tidak membedakan IPA maupun IPS, hanya soal TPA saja+TOEFL.  Mirip sama TKPA pas SBMPTN;;) jadi gausah takut bagi anak IPA yang merasa tidak ahli di mapel IPS
Disini Test yang telah disurvey menggugurkan banyak orang, karena sering diremehkan soalnya gampang:) padahal sepintar apapun kalau tidak berlatih mengerjakan soal sama aja nothing

you can add @igm9003o for order this book ;)



-Test Wawancara 
-Test Kesehatan
Lari 12 menit non STOP + Lari angka 8, banyak yang bingung kenapa ada test kesehatan, kalo menurut aku, kita logika aja deh, kita sekolah gratis, masak kita mau sakit-sakitan? jadi STAN berharap agar mahasiswa nya sehat dan dapat mengikuti kegiatan kuliah dengan lancar

3, Jurusannya Apa aja sih?
bisa di check di link inii Jurusan di STAN;)
kita lolosnya berdasarkan pilihan, jadi ketika kita mendaftar kita isuruh mengurutkan jurusan yang kalian minati lalu pihak USM akan menyesuaikan antara nilai dan minat jurusan kita

4. Ka teman-teman saya pada ikutan BIMBEL untuk persiapan ini, dan menurut saya mahal, apakah itu penting kak?

Menurut survey, walaupun #sadbuttrue survey, kebanyakan yang lolos disini bukan anak bimbel:( jadi kita hanya terfokus materi dan soal-soal dalam buku USM, karena menurut saya sistem pengerjaan soal merupakan strategi masing-masing individu, dan kita menemukan hal tersebut dari hasil banyaknya berlatih, jadi pihak bimbel tidak bisa mematok strategi yang kita pakai sewaktu USM.  
Alat tempur hanya 2 : Berlatih mengerjakan Soal+Berdoa;;)

5. Beda STAN dan STIS
jelas jenis sekolahnya, kita di bidang keuangan, STIS di Statistik
Kalau STIS pake seragam wajib, kalau STAN hanya disamakan model dan warna baju, bertujuan hanya untuk menghapus perbedaan tingkat sosial yang didefinisikan dengan baju:))

So far, i forget about another question:( please add comment below for further question :(

kalo ada yang kepo event-evetn di tan, silahkan check disini :))) anakstan




Tuesday, November 17, 2015

kenapa sih harus STAN??

kali ini mau bahas sih, lebih detail sampe kedalem-dalemnya apasih PKN STAN?!
pasti kalian agak canggung dengan PKN nya, tapi pada dasarnya sama aja, cuman ada tambahan PKN didepan STAN (Setelah Tamat Aku Nikah) atau ada juga yang bilang (Sekolah Tinggi Anak Nakal)
lucu aja sih sama yang terakhir


aku bikin tulisan ini, bukannya mau promosiin, tapi bener-bener prihatin sama low info/kurang hebohnya pengetahuan tentang kampus ini.  Saya saja sebagai mahasiswa disini, dulu masuk STAN karena memang punya teman yang sudah bersekolah di STAN, bukan karena STAN itu terkenal

saya adalah manusia yang berpaham bahwa menuntut ilmu dimana saja itu sama, dan pengajar juga memiliki keahlian menyampaikan rata-rata sama, sukses atau tidaknya kita kedepan bukan karena dimana kita menuntut ilmu,  tetapi tergantung bagaimana kita mengembangkan diri di lingkungan tersebut.

katagori yang saya pertimbangkan ketika saya memilih kampus/universitas
1. minat
walaupun dulu saya masih blur masalah kemana saya akan pergi, tapi setidaknya saya tau, bahwa saya tidak ingin bertemu mapel kimia ketika kuliah nanti. 
2.Biaya
Yup saya adalah tipe orang yang sangat merasa tidak enak apabila membebani beban orang tua, jadi saya menghindari, benar-benar menghindari jurusan-jurusan yang memberatkan beban orang tua
3. Lingkungan
saya berharap lingkungan ketika kuliah saya kelak tidak terlalu jauh dari lingkungan asal, misal dulu bersuhu 32 derajat celcui, lalu berpindah ke suhu 57,8 derajat celcius (di gurun sahara) jelas saya lebih baik tidak kuliah.  jadi saya memilih masih berkuliah di iklim yang sama,masih wilayah Indonesia, dan especially di pulau Jawa
4. pergaulan
saya juga berhharap ketika kuliah nanti mendapatkan teman yang produktif-kompetitif, mendorong kita terpaksa untuk mengembangkan/memunculkan keahlian, agar tetap survive di pergaulan

dan awalnya saya tidak pernah terbersit untuk masuk di STAN... karena kurangnya informasi apa sih STAN itu....
jadi dullu saya menginginkan untuk berkuliah di ITB(Institut Teknologi Blitar) dan tidak pernah lolos... okay, let's move\..........
perjuangan awal di stan mungkin lebih rinci di link ini On the Way to STAN

saya akan lebih fokus di STAN

OKAY!awalnya saya tidak terlalu excited ketika lolos di STAN,
"ah ini pasti anaknya muka-muka PNS semua" "ini pasti kuliahnya monoton, ga seru" "banyak anak cupu pasti, yah jadi kurang pergaulan dong"   dan masih banyak pendapat-pendapat sok tahu lainnya

ada anonymous mengatakan bahwa "nilailah sesuatu 180deratat terbalik dari apa yang kamu nilai pada awalnya" dan benar.. ternyata saya banyak salahnya


STAN Itu terkenal dengan
1. SEKOLAH GRATIS
mayoritas anak STAN kalo ditanyain apa alasan sekolah disini pasti jawabannya itu wkaka
bayangin aja kalian sudah hemat berapa puluh juta kalau kalian kuliah 6 smester disini ?:)))
bayangin gimana senyum orang tua ketika setelah wisuda kalian langsung kerja tanpa nglamar-nglamar kerjaan lagi?:')

2.MAHASISWA BERAGAM
momen dimana kalian bisa ketemu orang-orang mulai dari aceh, Jayapura, NTB, pulau Samosir, Bau-Bau, Nias ya disini!! kapan lagi sih bisa ketemu orang seindonesia??!

disini doang kita bisa ngobrol sama anak dari bekas   Unniv lain, UGM,ITB,UI,UB,UNAIR,UM,UNDIP dan masih banyak lagii
gausah minder buat yang udah kuliah 1tahun, disini kakak tingkat ada yang dari FKUI semester 5loh:) dan jadi peraih IPK tertinggi wkwk

3.Dosen Muda-Muda
banyak dosen yang seger-seger heheeeeehee, masih 30 an, jadi kuliah ga ngantuks!
4.Pelajarannya super selow
adayang bilang "kuliah di STAN itu ga sulit, cuman masuknya doang yang sulit" bayangin aja 65.000 yang lolos 1.800 :( 1banding36 itu seleksi apa hunger game?
alhamdulillah disini bisa say goodbye to kimia,fisika,biologi,matematika ::)))) kita cuman mikirin uang negara hehe jadi matkulnya ga bikin otak panas, kecuali akun..............
5. pake kemeja  kuliahnya
jadi gabakal ada tingkat sosial berdasarkan apa yang kita pakai, jadi semua sama, gaada perbedaan :))))))))))
6. BANYAK EVENT
masih kuliah 3 bulan disini udah ada event:
1.tax festival, acara anak pajak, bintang tamu Alexa
2.jazz night, bintang tamu Mocca
3.treartsury,acara anak Kebendaharaan Negara (aku) bintang tamu : Adera
4.Fesbudnus, festifal budaya nusantara, jadi setiap organisasi daerah wajib menampilkan budaya masing-masing mulai dari makanan,tradisi, dan kesenian. Bintang Tamu : Arie Kriting
5. Pekma (Pekan Mahasiswa) acara olahraga STAN, dari lomba bulu tangkis, tenis,permainantradisional, futsal, catur dll, diikuti oleh seluruh prodi di STAN, Bintang Tamu : Payung Teduh
6.acara tabligh Akbar  bintang Tamu : A'A gym (ini malah dapet snack, dan free HTM wkwk)

dan kebanyakan acara di atas GRATIS, yaiyalah sekolah aja gratis, masa nonton konser bayar :') kalaupun bayar, kaya acara jazznight, juga ga akan lebih dari 35k, jadi benar-benar terjangkau :)))

dan disini elkam (ekstrakulikuler) nya bener2 ga main-main, kemaren kan aku masuk di performer penutupan Ospek, dan disitu aku baru menyadari kalo temen-temen seangkatan aku itu pada superduper pro,contohnya aku punya saxophone-er yang udah sering disewa main di Jakarta Pusat, keyboardist yang super duper keren:( dan gitarist festifal fans boomerang cewe metal berjilbab, pokonya sempet bikin aku bingung, sebenernya aku ini kuliah dimana :( 

acara  jarang ada yang garing, design acara juga gapernah fail walaupun kita gapernah diajari matkul design, kita disini saling mengeksplor kemampuan, berkarya, karena kita merasa mempunyai tanggung jawab lebih, karena disini kita kuliah dibiayai oleh negara, jadi sebisa mungkin berbuat hal yang bermanfaat untuk orang lain dan lingkungan

semoga dengan membaca post ini kalian ga ragu untuk daftar kuliah di kampus ini, dengan biaya 250rb (uang pendaftaran test USM) kalian bisa kuliah sepuasnya wkwk

tp sedihnya disini kekejaman Drop Out ga bisa di toleransi, IPK kurang dari 2,75 sudah byebye :(

tp as long as we keep obeying the rules, kuliah dengan baik, kerjain tugas, hidup normal, pasti bisa lulus sih. aminnnn

pokoknya pesen buat dede emesh yang masih bingung daftar atau engga, baca 1 kali lagi post aku wkwkwk, semoga dapat meyakinkan yah:)) khususnya yang dari daerah Blitar:( kita kekurangan pasukan disini:( tolong ramaikan biar kita bisa kenalin blitaar pas acara fesbudnus taun depan:))

mumpung masih panjang, buruan disiapin alat tempurnya, cuma 2 kok. berusaha dan berdoa. karena dua aspek itu gak bakal menghianati:)) kompetisi terhadap dirimu sendiri,
Push Your Self, because no one else is gong to do it for you:)









ini artwork anak stan:))
kendal-cirebon-kalibata-medan-blitar wkwk
funcolor event
gratis,dapet snack, ktemu aa gym lagi :')

ini pem-basket cantik:( kakak2 pajak pas pekma

ini acara yang didatengin bapak menteri, alumnus kita



ini brand anak stan

brand jugaa :))

jazz night with mocca



buat penyemangat kuliah:(





ini juga:(















buat yang udah baca, dan interest daftar, atau pindah k kampus ini :p yokk order buku

for further information contac me
line : Dindaidriadhy
official account order buku USM : @igm9003o
whatsapp : 087756335556
twitter/instagram : @dindaidrd



Monday, November 9, 2015

selamat ulang tahun bu

selamat ulang tahun bu,


pada dasarnya bukan selamat

aku sedih bu, hari ini
yang membuat ku menyadari semakin sedikitnya waktu ku yang dapat kuhabiskan denganu
kita dahulu pernah berbincang, betapa indahnya jikalau waktu berhenti,

behenti dimana aku masih menjadi anakmu, anakmu yang membantumu berjualan gorengan dulu
dan kau tetap menjadi ibuku yang selalu tidak memarahi walaupun berapapun aku sudah melalap beberapa gorengan

ingatkah kau bu, ketika SD disurabaya aku pernah malu pada saat temanku SD mengejekku kau hanyalah penjual jus di pinggir jalan
bodohnya aku bu
andai waktu bisa terulang
tidak akan aku sedurhaka itu
kadang aku rindu, bercanda denganmu.
berbicara hal-hal kecil, sepulang sekolah
yang kau takkan lupa tanyakan tiap hari
tak bosanbosannya kau bu mendengar cerita anak SD
yang selalu membosankan

adakalanya ibu bermata sembab, sehabis menangis
dan ibu tetap menyakan "bagaimana sekolah tadi? diajarkan apa?"
dengan mata sembab kau tetap tersenyum,
sebegitukah pentingnya sekolahku dibandingkan masalah tangismu
seringkali aku rapuh meiihatmu menangis, tetapi hanya menjadi rapuh saja yang ku bisa bu
tiada yang lain

indah bu, ketika hari-hari ku masih terisi penuh denganmu
penuh dengan tawa mu, menertwakan cerita yang membosankan dariku
menyimak segala kata yang keluar dari mulutku
seakan aku adalah telur terhebat di dunia ini

aku rindu dikala hujan bu
kita tidak menginginkan apapun kecuali berpelukan dibawah selimut
aku ingat suhu tubuhmu yang teramat hangat
bau khasmu yang membuatku tertidur nyaman
dan indomie ayah yang selalu ia buatkan dikala hujan
manis ya bu
bahagia kita sangat murah
aku rindu

ingatkah bu ketika hujan badai?
ketika kita diwarung, menunggu pembeli, yang jelas tidak akan datang
dan sore itu semakin dingin, seperti nasimu diwaktu itu
angin kencang, hujan deras, kilat menyambar
kita memang sengsara, kita tau
tapi kita tidak bersedih,
kita nikmati kedinginan dan kegelapan sore itu
menunggu pembeli yang tak terlihat berlalu lalang,
dan aku tetap saja bahagia bu

jikalau Tuhan memberikanku reinkarnasi, untuk hidup kembali
tidak akan aku memilih ibu lain bu
aku akan senang hati untuk mengulang hal-hal manis dimasa dulu bu

sekarang aku tumbuh besar
seperti jarak kita, semakin tumbuh besar
tenanglah bu, jarak ini tidak akan membuatku jauh
aku tetaplah anakmu
anakmu yang selalu kau bangga-bangggakan, walaupun tiada hal yang dapat dibanggakan

ingatkah bu diwaktu itu? disiang itu, ketika aku masih TK
ketika kau menyuruhku membeli menjeng di Almrhm. Lik War, 
aku memakai jubahku itu, di panas yang terik
demi 4potong menjeng untuk makan siang kita
kita makan berempat, aku masnanda ibu dan ayah
ah,,, ayah,, sayang sekali, ayah banyak melewatkan masa-masa indah ya bu
biarkan lah bu, Tuhan mungkin iri melihat kita tetap bahagia dalam kesengsaraan
Tuhan lelah memberii cobaan kita ber4 yang sealu kuat
dan akhirnya ayah lebih mengalah, untuk Tuhan
untuk jalan Tuhan yang unik

kadang aku tertawa bu
tertawa tapi sedih
melihat foto-foto masa kecilku
ah foto... andai aku bisa masuk kesana
kembali lagi kesana
bahagia dalam kesengsaraan



aku tidak apat memberikan apa-apa kepadamu diumurmu yang ke 46 ini bu
aku hanya berdoa berharap, semoga janji-janji kita terkabulkan bu
doakan anakmuu ini bu, anakmu yang telah kau didik sebesar ini bu
dari janin hingga berdaging-daging ni

kita berjanji untuk sukses bersama bu,
aku tidak saabar tertidur dipelukanmu diwaktu hujan
membau bau muu
memegang tanganmu sebelum tidur
agar kita dapat bertemu di mimpi katamu bu
tidak bosan-bosannya kau bu bertemu aku

sudah ya bu, kenangan iniitu terlalu menyesakkan dada
tetap menjadi sahabatku ya bu
sahabat terbaik
pendengar celotehku





ibu foto sama banci pataya